BUNGA PADMOSARI
Diunggah oleh : Admin Website pada tanggal 15 Sep 2017 11:57:50

BUNGA PADMOSARI (Rafflesia zollingeriana, Kds)

TAKSONOMI

Kingdom                     : Plantae

Sub Kingdom              : Tracheobionta

Super Divisi                : Spermatophyta

Divisi                           : Magnoliophyta

Kelas                           : Magnoliopsida

Sub Kelas                    : Rosidae

Ordo                            : Rafflesiales

Famili                          : Rafflesiaceae

Genus                          : Rafflesia

Spesies                        : Rafflesia zollingeriana Kds. (Sumber: plantamor.com)

 

DESKRIPSI UMUM

Berdasarkan PP No.7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, disebutkan bahwa semua jenis rafflesia termasuk Rafflesia zollingeriana Kds merupakan tumbuhan yang dilindungi. Rafflesia zollingeriana Kds merupakan tumbuhan endemic dari Taman Nasional Meru Betiri.

Rafflesia zollingeriana Kds termasuk family Rafflesiaceae yang merupakan tumbuhan holoparasit, yaitu tumbuhan yang sepenuhnya bergantung kepada tumbuhan lain untuk kebutuhan makanannya. Kelompok tumbuhan ini tidak mempunyai butir-butir klorofil, tetapi mempunyai akar isap atau haustorium, dan yang menjadi inangnya adalah tumbuhan liana dari genus Tetrastigma (Media Konservasi, 2006).

Bunga dari tumbuhan Rafflesia zollingeriana Kds berdiameter antara 15-33 cm dengan kepala sari berjumlah 32-40 butir. Bunga merupakan satu-satunya organ tumbuhan yang dapat dilihat oleh mata biasa, terbentuknya bunga diawali dengan pembengkakan di dalam akar tumbuhan inang (Taman Nasional Meru Betiri 2006). Rafflesia zollingeriana Kds merupakan tumbuhan berumah dua (Zuhud et al., 1998), oleh karena itu untuk terjadinya penyerbukan pada Rafflesia zollingeriana Kds, diperlukan paling sedikit dua bunga dari dua jenis kelamin yang berbeda (jantan dan betina) dan harus mekar secara bersamaan (Media Konservasi, 2006).

Nais (2001), menduga bahwa Rafflesia dapat menghasilkan biji tanpa melalui proses penyerbukan, yaitu yang disebut agamospermy. Kondisi ini memungkinkan perkembangan atau produksi biji tanpa melalui reproduksi seksual. Biji yang dihasilkan berasal dari parthenogenesis, dimana biji dibentuk daripada gamet betina tanpa fertilisasi oleh gamet jantan. Di Taman Nasional Meru Betiri inang dari Rafflesia zollingeriana Kds adalah Tetrastigma lanceolarium dan Tetrastigma papillosum.